Saturday, September 12, 2009

menatap renungan; merenungkan tatapan

memulai hari dengan (im)produktivitas tinggi : melantai di depan tivi sambil kadang kehilangan kesadaran aka tertidur pulas. disela-sela itu terbersit pikiran dan ide-ide yang bergaung liar: tentang hari ini, aktivitas, dan tujuan-tujuan perjalanan diri..

mengisi sore dengan berbelanja CD-CD lagu, lama tak menambah koleksi. mengambil judul-judul yang [sepertinya] tak lazim: vantasma, emha ainun, prambors. dan terus berkeliling sambil menunggu waktu berbuka; dan bersama terbitnya malam, berkumpul dengan rekan-rekan yg lama tak bersua; untuk berbagi cerita

sambil terpana menatap teguran dalam untaian kata..

merenungkan kembali keberadaan seorang noeng dalam aliran Mahakala; ketika kata menjadi makna dan makna mengisi perspektif pikiran insan-insan yang terlibat dalam alur-alurnya. ketika canda adalah sikap dan ketidaknyatan; ketika 'guyonan' adalah bukan keaslian diri..

bahwa di suatu waktu itu menghasilkan penafsiran yang berbeda dan menyebabkan ketidaknyamanan, itu adalah resiko dan menjadi kenyataan. bahwa itu bukanlah yang sebenarnya; itu tak diberitahukan sebelumnya.

kembali menatap renungan-renungan yang telah terpapar; membersitkan suatu teguran pada jiwa-jiwa yang bercanda -jiwa yang tidak menunjukkan aura sebenarnya- hingga membelokkan persepsi pada satu kesimpulan yang pahit; atas nama kekecewaan..

mencoba merenungkan tatapan pada realita yang terpampang: ada kesalahan yang terjadi, ada ketidakbenaran, ada kekecewaan dan ketidaknyamanan
saatnya menilai ulang perbuatan yang dibuat-buat -dalam canda- dan mencoba untuk menjalani dengan semestinya; insan yang senyatanya..

tentu dengan maaf yang dipintakan padanya

mengisi akhir hari dengan keteringatan pada indahnya sajak dan rima; lama tak berkutat dengan itu semua.. bersama keinginan untuk mencoretkan kata atau mengetikkannya dengan rima-rima indah; mencurahkan gemericik bisikan jiwa

pada keheningan yang syahdu

# noengklir 20090912.2356
kemang

No comments: