Thursday, December 07, 2006

mumet tenan...

hehehe... berlanjut terus deh ribut2 poligaminya :D heran, padahal pas kemaren raja dangdut kita ketangkep poligami, ga seheboh ketika aagym ngumumin poligaminya... ngomong-ngomong raja dangdut.. ada percakapan menarik nih..

....
g: tergantung orangnyalah..aagym kan tokoh panutan, kalo bang rhoma yang poligami.. masa bodo'..
b: oo...jadi boleh tidaknya poligami tergantung pelakunya nih... kalo bang rhoma boleh, aagym ga boleh..kalo brad pitt? kalo pak anwar satpam yang poligami, boleh ga??
(jadi males nerusinnya... masak aturan yang umum gini berlaku untuk orang2 tertentu? kayak birokrasi aja..lagian masak sih pencipta aturan ini memberlakukan aturannya sesuai kasta?? kyai panutan ga boleh poligami, trus tukang becak boleh.. masak iya gitu?? :D )

....
g: poligami itu melukai perasaan..
b: loh tapi menurut agama...
g: jangan ngomongin agama donk.. coba deh kita pikir diluar agama, bla..bla.bla..
(ahhh...setahuku...agama ini diturunkan untuk segenap aspek kehidupan..melingkupi segala hal, dari sekecil quark sampai seluruh semesta... dari logika sampai urusan rasa dan kalbu... jadi sepertinya aku menghadapi orang yang ingin memisahkan agama sebagai pengatur urusan ritual dan hanya ingin memakai kemampuannya sebagai manusia aja.. : rasa dan akal doank..)

...
g: iya tuh..pasti ujung-ujungnya seks juga..
b: lho kok seks?
g: iya lah, cari istri lagi, pasti kan untuk seks juga..
b: memang sih, seks itu bagian dari pernikahan..tapi emangnya nikah itu 'core'nya berupa seks?
(tolong donk bantu yang bisa menjelaskan...saya geli sendiri nih... masak poligami langsung dihubungkan dengan seks??? )

g: coba deh kamu sebagai wanita..rasakan sakitnya dimadu..
b: memang saya laki-laki, susah mengalami perasaan wanita..
g: makanya..poligami itu mengorbankan perasaan...
(hmm..hmm... apa sih ibadah yang tidak membatasi nafsu? sepertinya semua ibadah itu 'mengekang' manusia dari menuruti hawa nafsunya... manusia menginginkan kenyamanan..namun lagi enak - enak tidur..eh harus bangun untuk sholat subuh.. ini berarti kita harus 'mengorbankan' rasa nyaman kita... ; trus manusia itu cinta harta, ingin memiliki sebanyak - banyaknya..eh..malah disuruh zakat dan sedekah..berarti kita diminta 'mengorbankan' harta kita...; pangkat itu kebanggaan manusia, dengan staus tinggi pasti dihormati manusia lainnya..ahh ternyata Dia menyuruh kita melepas semua atribut..'mengorbankan' kedudukan, dan membuat kita sama dengan manusia-manusia lainnya ketika berhaji... ; NAMUN.. dibalik 'pengorbanan' itu semua ada hikmah...sholat membuat kita relax sejenak di tengah rutinitas kerja duniawi, stretching otot yang menyehatkan badan..dan insyaAllah mencegah kita dari sesuatu yang keji dan munkar..; zakat dan sedekah mengandung nilai sosial yang tinggi... ; kebersamaan dan kesetaraan dalam sholat dan haji membuat kita menyadari persamaan dan persaudaraan... JIKA semua itu kita lakukan dengan ikhlas... insyaAllah akan kita dapatkan hikmahnya.... SO, apa 'pengorbanan' di balik poligami? 'PERASAAN'... Mungkin, mungkin lho ya.., wanita itu sangat menghargai perasaan -mungkin lebih dari nafsu manusia terhadap cinta harta gitu kali- nah.. mungkin poligami itu salah satu ujian untuk 'mengorbankan' perasaan itu sendiri... kalo dilakukan dengan ikhlas.. pasti ada hikmahnya.. apa itu? Wah aku sendiri juga belum tahu tuh.. aku baru dalam tahap mempercayai, belum mengetahui seluruhnya... JADI apakah berarti wanita harus menjalankan poligami, seperti kita menuaikan sholat, zakat..dll?? enggak kayaknya...enggak perlu menjalani, cukup mengakui bahwa aturan Poligami itu ADA.. itu kuyakin sudah cukup berat... cukup untuk 'berkorban' perasaan....)

...
g: coba deh dipikir, poligami itu banyak akibat jeleknya. Korban perasaan lah, pertentangan keluarga lah.. bla bla bla...
b: udah pernah mikirin efek positif poligami?
g: mmm..
b: apakah efek buruk poligami itu tidak terjadi juga dalam monogami?
(please... dont judge it emotionally.. think first..)


//dari acara debat di TV
wakil komnas HAM : semua agama besar itu mengajarkan kesetaraan. Dalam agama saya 'semua manusia itu sama, yang membedakan adalah ketakwaannya' jadi kalau seorang laki laki boleh beristri empat, seorang wanita boleh juga donk bersuami empat. setara..
(aku tahu agama dia dan aku sama...cuma..aku ingin tanya pada dia..apa dasar knsep kesetaraannya? lebih jauh..apa dasar konsep HAM yang dia perjuangkan??? yang kupahami..kesetaraan dalam agama yang kuanut bukanlah 'kalau si laki boleh A maka si wanita juga boleh A' tapi, yang kuyakini 'si laki wajib/hak melakukan A, tapi si wanita wajib/hak melakukan B' terlihat beda, namun jika masing2 kelamin melakukan hak/wajibnya..semua akan bermuara ke satu : terjaganya martabat mereka sebagai manusia...)

...

AKU GA TAU HARUS TERTAWA OR MENANGIS SEDIH mendengar pemikiran itu semua... terkadang aku sampai berpikir apakah masyarakat, termasuk aku sendiri, sudah berubah? berita tentang perzinaan sudah menjadi sesuatu yang tidak mengusik nurani lagi, namun masalah poligami? seperti badai yang memporakporandakan kenyamanan hidup...

'jaman edan, yen ora edan ora keduman'
'jaman wis akhir jaman wis akhir bumine goncang...'

ahh udah ahh bahas poligaminya...masih banyak urusan penting lainnya yang harus dipikirkan dan dikritisi..jangan kayak pemerintah republik yang kebakaran jenggot ngurusin poligami sampai mau ngerombak UU / PP, tapi masih tenang2 aja ngurusin lumpur lapindo brantas...


noeng
bukan provokator or pendukung poligami, namun hanya yang tidak ingin mengingkari adanya aturan poligami...

No comments: